Profil

Dedikasi Pemuda Pelopor Pendidikan dari PALI untuk Bangsa


Di tengah geliat pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, lahir sebuah gerakan pendidikan yang digerakkan oleh visi besar seorang pemuda bernama Ustaz Renol Mardiansyah. Beliau adalah sosok pimpinan, tokoh pendidik, sekaligus pendiri utama Yayasan Badruna Bina Insani (YBBI) Pondok Binaan Nur Taqiyah yang berpusat di Kecamatan Tanah Abang. Melalui tangan dinginnya, lembaga ini kini tumbuh menjadi oase pendidikan karakter bagi generasi muda di bumi serasan sekate.


Jejak Juang Pendidikan di Tanah Jawa

Langkah besar Ustaz Renol Mardiansyah tidak lahir begitu saja. Beliau merupakan sosok yang sadar betul akan pentingnya memperluas cakrawala ilmu. Demi membawa perubahan ke kampung halamannya, beliau merantau ke Pulau Jawa untuk menempuh pendidikan tinggi formal di Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta, mengambil program studi Pendidikan Sejarah.Latar belakang ilmu sejarah inilah yang membentuk pola pikirnya: menghargai akar budaya, memahami proses perjuangan, dan visioner dalam melihat masa depan bangsa.

Selama di Jawa, beliau tidak hanya menyerap ilmu di bangku kuliah, tetapi juga aktif membangun jejaring dan mempelajari berbagai metodologi pendidikan modern, termasuk mengadopsi sistem pembelajaran bahasa intensif ala Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur.


Pulang Kampung: Mendirikan Pondok Binaan Nur Taqiyah

Berbekal pengalaman dan ilmu yang matang dari tanah rantauan, Ustaz Renol Mardiansyah memilih kembali ke PALI. Beliau melihat adanya kebutuhan mendesak akan lembaga pendidikan yang mampu mengawinkan nilai spiritual Islam dengan kecakapan global yang kompetitif.

Maka, didirikanlah Pondok Binaan Nur Taqiyah di bawah naungan Yayasan Badruna Bina Insani (YBBI) di Tanah Abang, PALI Bersama Sahabat-nya Ust Burnawi Bin Cik Osin dan Ust Zaky Zaen Amir Ulah.

Melalui lembaga ini, beliau mengonsep sebuah pesantren yang adaptif terhadap zaman. Santri tidak hanya diajarkan mengaji dan memperdalam kitab keagamaan rutin seperti Yasinan bersama, tetapi juga diwajibkan menguasai Bahasa Inggris lewat adopsi kurikulum Kampung Inggris yang telah beliau bawa dari Jawa Timur.


Kepemimpinan dan Seni Membentuk Mental Santri

Sebagai pemimpin, Ustaz Renol Mardiansyah dikenal sangat memperhatikan pembentukan mental kedisiplinan dan rasa percaya diri santrinya. Salah satu program unggulan yang digalakkannya adalah latihan Muhadhoroh (panggung ekspresi). Lewat program ini, setiap santri ditempa untuk berani berbicara, berpidato, dan tampil memimpin di depan publik. Beliau meyakini bahwa pemimpin masa depan haruslah mereka yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kemampuan komunikasi yang ulung.

Tidak hanya fokus pada santri, rekam jejak kepemimpinan beliau di YBBI juga dikenal humanis dan profesional. Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik (ustaz dan ustazah) di yayasannya, salah satunya melalui pemenuhan tunjangan berkala, demi menjaga kualitas pengajaran yang prima.


Penutup

Ustaz Renol Mardiansyah adalah representasi dari tokoh pendidik modern yang bergerak dari daerah. Dari ruang sekretariat sederhana di Tanah Abang Selatan, beliau terus merajut mimpi besar: mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang mahir berbahasa internasional, bermental pemimpin, dan berakhlak mulia. Dedikasi dan rekam jejaknya kini menjadi inspirasi nyata bahwa perubahan besar di dunia pendidikan selalu dimulai dari keberanian seorang pelopor.


Profil

Biografi Pondok Binaan Nur Taqiyah


Nama : YAYASAN BADRUNA BINA INSANI PALI YBBI

Dengan Nomor : AHU-0010415.AH.01.12.Tahun 2026

Lembaga : Pondok Binaan Nur Taqiyah 

Kategori saat ini : Pendidikan Non Formal

Nama pendiri : Renol Mardiansyah 


Visi


Membangun peradaban Islam yang berakar pada ilmu, berjiwa sosial dan bertumbuh melalui dakwah yang mencerahkan dalam Menjujung tinggi Nilai-nilal Pancasila


Misi


  • Menyelenggarakan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, alam, dan karakter untuk melahirkan generasi berakhlak dan berdaya saing.
  • Menjadi wadah sinergi pemuda dari berbagai latar belakang untuk tumbuh bersama dalam semangat kellmuan dan kepedulian.
  • Mendorong peserta didik untuk mengenal potensi dirinya dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat.